Islamedia
– Salah seorang kawan menanyakan kepada saya untuk berbagi resep agar
pernikahan kita sakinah, mawadah, warahmah dan terhindar dari yang
namanya Perceraian.
Saya jawab : “TERBUKA“
Kawan saya itupun terbengong, sembari berkata “maksud loe?”
“Ya Terbuka dengan pasangan kita dalam
berbagai hal, Insya Allah pernikahan kita semakin Sakinah, Mawadah,
Warahmah dan terhindar dari yang namanya hantu perceraian”.
Masih belum puas dengan jawabanku
tersebut, kawan saya kemudian meminta saya untuk menguraikan lebih rinci
TERBUKA bagaimana yang dimaksud.
Ok, nanti saya tulis. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya coba akan berbagi makna TERBUKA yang saya maksud.
Ada 4 hal yang menurut saya harus TERBUKA dalam sebuah rumah tangga:
1. Terbuka Latar Belakang Keluarga Kita
2. Terbuka hal-hal yang kita sukai dan yang kita benci.
3. Terbuka tentang Keuangan
4. Terbuka semua permasalahan yang sedang dihadapi
Mari saya bahas satu-satu:
1. Tebuka Latar Belakang Keluarga Kita
Tidak sedikit suasana tentram keluarga
terganggu akibat pasangan kita merasa dibohongi tentang kondisi keluarga
kita. Keluarga disini adalah keluarga besar yang mencakup ayah,ibu,
adik atau kakak kita.
Ada banyak pertanyaan yang terkadang
menjadi awal sebuah pertengkaran ketika pasangan kita merasa kaget
mengetahui kondisi keluarga pasanganya setelah menikah dan itu berasal
dari orang lain.
Terbukalah, jangan ditutup-tutupi kondisi keluarga kita.
Misal : jika ayah dan ibu kita bercerai, ceritakan saja kondisi sebenarnya, tanpa harus berbohong.
Misal : jika ayah dan ibu kita bercerai, ceritakan saja kondisi sebenarnya, tanpa harus berbohong.
2. Terbuka hal-hal yang kita sukai dan yang kita benci.
Sesuatu yang sangat berpotensi menimbulkan keributan dalam sebuah rumah tangga adalah soal hoby maunpun sesuatu yang dibenci.
Bisa jadi hal yang kita sukai merupakan
hal yang dibenci oleh pasangan kita atau sebaliknya. Alangkah baiknya
mengkomunikasikan sejak awal penikahan. Atau bisa disampaikan ketika
proses Ta’aruf.
Setelah menyampaikanya, barulah kemudian mencari solusinya.
Misal : seorang suami kalau tidur biasa lampu terang, sedangkan istri kalau tidur biasa lampu mati. Hal yang sangat sepele ini bila tidak dibahas solusi kongkritnya akan berbuntut panjang menjadi potensi konflik dalam rumah tangga.
Misal : seorang suami kalau tidur biasa lampu terang, sedangkan istri kalau tidur biasa lampu mati. Hal yang sangat sepele ini bila tidak dibahas solusi kongkritnya akan berbuntut panjang menjadi potensi konflik dalam rumah tangga.
3. Terbuka tentang Keuangan
Untuk masalah Keuangan, saya selalu
menegaskan bahwa sejak akad nikah diucapkan maka sudah tidak ada lagi
yang namanya rahasia tentang keuangan diantara pasangan. Pastikan kita
mengetahui harta atau uang yang dimiliki pasangan kita dan mengetahui
pos-pos pengeluaran apa saja yang dikeluarkan.
Hal yang saya lakukan sejak menikah
adalah saling mengetahui nomor PIN rekening pasangan, baik itu ATM
ataupun internet banking. Dari sini pasangan bisa mengecek kondisi
keuangan pasanganya dengan melihat saldo rekening pasangan kita.
Bila ada pengeluaran yang dirasa janggal, komunikasikanlah dengan pasangan kita dan tanpa ragu untuk menjelaskanya.
Salah satu sumber konflik rumah tangga
biasanya sang suami mengirimkan uang kepada orang tuanya tanpa
sepengetahuan istri atau sebaliknya.
4. Terbuka semua permasalahan yang sedang dihadapi
Menikah itu indah dan penuh bunga,
itulah yang dirasakan oleh pasangan yang baru saja menikah. Namun lambat
laun pasti akan dijumpai beragam permasalahan, permasalah dalam sebuah
rumah tangga adalah sebuah keniscayaan.
Permsalahan akan menjadi masalah besar
apabila dirahasiakan, maka terbukalah dengan pasangan kita sekecil
apapun permasalahan yang dihadapi. Komunikasikanlah dan pastikan bahwa
pasangan kita adalah orang pertama yang menjadi tempat curahan hati kita
dan mintalah solusinya. Jangan sampai ada masalah, pasangan kita tidak
tau dan ketika pasangan tau berasal dari orang lain.
Itulah 4 point yang menurut saya hal
terpenting dalam membina rumah tangga agar semakin Sakinah, Mawadah,
Warohmah dan terhindar dari sebuah perceraian. Kebanyakan rumah tangga
yang gagal atau penuh dengan pertengkaran bermula dari mampetnya
komunikasi antar pasangan yakni saling merahasiakan apa yang dimiliki
atau dialami.
Wallahu’alam.
Abu Zah