Yap,
mungkin saat ini bisa dikatakan Facebook & Twitter merupakan jejaring
sosial terlaris saat ini, dengan jejaring sosial memungkinkan penggunanya mudah
berkomunikasi dengan teman mereka dengan istilah "Status" di Facebook
ataupun "Tweet" di Twitter.
Tapi,
Jejaring sosial juga bisa diibaratkan sebuah pisau, jika ia digunakan oleh
orang baik maka ia akan membawa kemaslahatan (kebaikan) dan jika digunakan oleh
orang kurang baik maka akan membawa kemudharatan (keburukan).
Memang
status yang macam apa sih yang mengkhawatirkan?
Ok.
Pernah teman – teman mendapati teman anda mengupdate status seperti ini
“Ah terbangun jam 2 malam, saatnya wudhu dan curhat ma Allah”“Alhamdulillah akhirnya buka juga, semoga puasa hari ini mendapat barokah”“hhmmm, jam – jam segini hanya adzan magrib yg saya nanti – nanti, selamat berbuka”“wah lemes banget hari ini, udah tadi ga sahur lagi”“pengajiannya sedang menarik menariknya nih, tapi kok ngantuk ya”“siap – siap sholat jum’at ah, biar dapat unta”“akhirnya saya selesai juga melahap juz 30″“rasanya damai setelah sholat tahajjud”“besok enaknya sahur apa ya, habis gajian nih”
Dan
banyak lagi status – status yang sejenisnya. Subhanallah. Saya yakin teman –
teman pernah mendapati status – status yang semacam itu, atau mungkin malah
pernah menjadi pelaku..hihihihi.. Cobalah teman – teman kembali renungi dan
resapi dari status – status yang saya contohkan di atas. Kira – kira ada yang
salah ga sih?
Allah
ta'ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 271:
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ...
Jika
kamu Menampakkan sedekah(mu), Maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu
menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, Maka Menyembunyikan
itu lebih baik bagimu.
Ibnu
Katsir rahimahullah ta'ala menulis: Ayat ini menunjukkan bahwa menyembunyikan
shadaqah adalah lebih utama dibanding menampakkannya karena dengan begini
seseorang lebih jauh dari riya, kecuali bila ada maslahat besar ketika
menampakkannya seperti orang-orang yang akan mengikutinya (bila amalan baik
ditampakkan.pen), maka ini lebih utama dari sisi ini. Dan Rasul shallallahu
alaihi wa sallam bersabda:
الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
"Orang
yang mengeraskan bacaan Al Qur'an bagaikan orang yang menampakkan sedekah, dan
orang yang memelankan bacaan Al Qur'an ibarat orang yang bersedekah dengan
sembunyi-sembunyi. HR. Abu Daud no.1333 dan At-Tirmidzi no.2919 dan An-Nasai
no.2561. Dishahihkan oleh Al-Albani
Akan
tetapi hukum asalnya menyembunyikan itu lebih utama berdasarkan ayat tersebut.
Dan hadits:
عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ: " سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ
إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ
رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ
تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ،
وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي
أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ
شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا
فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari
Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tujuh
golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh
dalam keadaan menyibukkan dirinya dengan 'ibadah kepada Rabbnya, seorang
laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling
mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah
karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita
kaya lagi cantik lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', dan seorang yang
bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa
yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir
kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena
menangis." HR. Bukhari no.660 dan Muslim no.1031. Tafsir Al-Qur'anul Adhim
1/540
Dalam
contoh kasus yang Anda bawakan susunan kata-kata tersebut bisa saja tujuannya
untuk memamerkan ibadah, dan bisa juga bertujuan untuk menampakkan rasa syukur
kepada Allah ta'ala yang telah menggerakkan hatinya untuk melaksanakan ibadah
tersebut dan memberinya kekuatan untuk melaksanakannya. Jadi niat penulislah
yang menentukan maksud dari penulisan update tersebut.
Meski
demikian kami pribadi sangat tidak menyarankan ada orang yang mengupdate status
dengan bunyi yang demikian pada waktu tersebut, sebab:
-
Menyembunyikan ibadah lebih afdhal dan lebih jauh dari perbuatan riya',
-
Update status dengan kalimat demikian kurang tepat bila digunakan untuk
mengingatkan orang-orang tentang ibadah tersebut, karena ketika ia berbuka atau
mendekatinya maka tidak ada orang yang bisa mengambil faedah dari update itu
dan untuk kemudian ia ikut berpuasa. Apabila seseorang ingin mengingatkan
seseorang tentang puasa senin misalnya maka yang lebih tepat ia perbuat adalah
membuat status pada Ahad malam tentang fadhilah puasa esok hari tanpa
menyandarkan perbuatan puasa pada dirinya.
Baca: 10 Alasan Kenapa Wanita Tidak Ber-Make-Up Sangat Pantas Dijadikan Pendamping Hidup
Related Posts :
Untukmu Calon Imamku, Kutitipkan Rindu Dan Cinta Ini Pada Ilahi
Sendiriku
sekarang ini adalah bukti setiaku padamu, waktu yang aku gunaka untuk
memperbaiki dalam…
Kamu, Adalah Doa Yang Ingin Aku Segerakan
Aku dan kamu bukanlah
seperti sepasang kekasih pada umumnya. Tak ada bunga, tak ada kalimat indah…
Apakah Ini Sebuah Kesalahan?
Kita sama-sama diam,
tidak pernah tersirat hingga ada percakapan rutin hingga larut malam. Namun…
Aku Suka Caramu Merayu Tuhan Dalam Doa, Aku Jatuh Cinta Padamu Dalam Diam
Tidak ada
cara yang terlalu sederhana dalam mencinta, tidak ada rasa yang tidak akan
sampai sekalip…
Kau Anak Orang Berada Dan Aku Orang Tak Punya, Bagaimana Mungkin Bisa Bersama
Katanya cinta
itu buta dan tidak memandang harta serta kedudukan. Katanya cinta itu anugrah,
da…
Artikel Paling Populer
Catatan Harian Seorang Jomblo
- Beruntung Itu Ketika Calon Pasanganmu Adalah Seorang Guru Atau Pendidik
- Jika Dia Jodohku, Jaga Dia Dalam Kebaikan Dan Pertemukan Kami Di Waktu Yang Tepat
- Anak Sulung Dan Anak Bungsu Itu Adalah Pasangan Yang Serasi
- Semoga Aku Adalah Apa Yang Membuatmu Tak Ingin Mencari Yang Lain Lagi
- Tuhan, Pertemukanlah Aku Dengan Dia Yang Selalu Aku Rindukan Dalam Doa
- Karena Wanita Yang Menemani Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan
- Menantimu Adalah Keputusan Terindah Ketika Jarak Memisahkan Kita
- Buat Calon Imamku Fokus Cari Nafkah Ya, Karena Bayi Itu Butuh Susu Bukan Pikachu
- Demi Punya Rumah Pasangan Ini Menikah Tanpa Resepsi Mewah
- Cinta Itu Ketika Aku Melihat Bagian Terburukmu Dan Memilih Tetap Bertahan Mencintaimu

