
Menikah tidak hanya menyatukan kamu dan dia saja, tapi juga keluargamu
dan keluarganya. Maka hal yang wajar jika orangtuanya pun menjadi
orangtua kamu juga. Hal yang wajar jika akhirnya mertua menjadi ikut
campur dalam kehidupan rumah tangga kalian. Namanya orangtua tentu
selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tapi, di lain sisi
kalian tentu ingin pernikahan yang kalian jalani dibuat berdasar
kesepakatan bersama pasangan tanpa campur tangan orang lain, termasuk
orangtua.
Ingin menolak tapi serba tidak enak karena orangtua pasangan pun kini
menjadi orangtua kamu juga. Serba salah, apalagi jika kalian tinggal
satu atap. Duh, makin serba canggung. Tapi, Ladies bukan berarti hal ini
tidak dapat diatasi. Sikap suami yang pro dengan mertua bukan tanpa
alasan, tentu suami tidak ingin dicap oleh mertua sebagai anak yang
durhaka. Hmm, bisa panjang urusannya jika hal ini terjadi.
Memiliki mertua yang selalu mengurusi rumah tangga kamu memang tidak
menyenangkan. Mulai dari cara mengurus suami, membersihkan rumah hingga
bagaimana mendidik anak. Belum lagi sikap suami yang seperti membela
mertua, duh makin membuat gerah. Dan akhirnya membuat kamu menuruti
semua keinginan mertua, meskipun berujung sakit hati.
Masalah campur tangan mertua dalam rumah tangga adalah hal yang klasik.
Hampir semua pasangan mengalami hal ini. Tapi yang perlu kamu ingat, hal
ini sangat ditentukan bagaimana kamu dalam menyikapinya. Jika pasangan
bersikap pasif, kamu tidak perlu marah. Hal ini wajar karena pasangan
pun tidak ingin dianggap tidak berbakti kepada orangtua dengan melawan
keinginannya. Jangan jadikan hal ini sebagai alasan pertengkaran kalian.
Saat dalam kondisi seperti ini hindari untuk memaksa suami melawan
kehendak orangtuanya. Hal ini justru akan membebaninya. Kamu pun tidak
perlu melawan, tunjukkan perhatian kepada mertua. Sesekali kamu dapat
menuruti permintaan mertua, tidak ada salahnya menerima permintaannya.
Saran orangtua tidak selalu buruk. Bisa jadi itu yang terbaik buat kamu
dan keluarga.
Yang perlu diingat, saat mertua mulai mencampuri urusan yang prinsip
sebaiknya diskusikan hal ini bersama pasangan. Ajak dia untuk memberi
pemahaman kepada orangtuanya. Sebagai anak ia tentu lebih paham dengan
karakter dan jalan pikiran orangtuanya. Hal ini akan membantu mertua
untuk memahami keinginan kamu dan pasangan. Pemahaman ini akan lebih
diterima mertua, karena ia akan menganggap apa yang kamu lakukan murni
kesepakatan kamu dan pasangan.
Tidak sulit untuk kompak bersama mertua. Kuncinya adalah menjaga
komunikasi. Tidak perlu selalu memaksa keinginan, sesekali tidak ada
salahnya menuruti keinginan mertua. Bagaimana, sudah siap untuk kompak
dan sepakat bersama mertua? Atau kamu memiliki pengalaman kompak bersama
mertua ?
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO
CAR,HOME,DESIGN,HEALTH,FOREX,LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,SEO