Untukmu
yang masih menunggu, menanti seseorang yang entah kapan datang bertamu dengan
rasa ragu. Untukmu yang selalu menjadi bahan ejekan teman-teman yang sebanrnya
merasa peduli, tapi belum mengerti. Untukmu yang sudah malas mendengar
pertanyaan “kapan?” dan “Siapa?” dari kedua orang tua dan saudara ketika
bertemu. Untukmu yang tetap setia dengan kesendirian karena menjaga kehormatan
untuk seseorang yang kelak akan menjadi imam.
Mungkin
jodoh tidak datang tepat waktu, itu salah satau alasan kau sekarang sangat
lelah menunggu. Tapi itu jauh lebih baik, daripada jodoh salah alamat lalu
ketikung teman dekat. Itu sungguh sangat menyakitkan, dan susah untuk
dilupakan. Siapa pun asal jangan teman dekat, apa lagi dekatnya sejak kecil. #SakitnyaGakIlang-ilang
Allah
mempersiapkan seseorang yang benar-benar pantas untukmu. Bukan hanya seseorang
yang mau menemani fotomu dalam buku pernikahan. Tapi dia yang berani datang
langsung ke rumahmu dengan keluarganya dan mampu untuk bisa membimbingmu dalam
ikatan halal pernikahan. ( Baca: Kalau Suka Jangan Dikejar, Dekati Penciptanya Dan Datangi Walinya )
Dia
akan datang di waktu yang tepat, mungkin pada saat kau sudah menyelesaikan
studi atau mendapatkan posisi yang baik di pekerjaan. Karena sama halnya dengan
dirimu sekarang, dia pun sedang berjuang untuk mewujudkan masadepannya
bersamamu. Sedang mempersiapkan semua kebutuhan dan keperluan untuk hidup
bersamamu kelak. Mungkin sudah tahu,
biaya pernikahan yang tidak murah. :D
Jangan
pernah sedih dengan kesendirian, karena Allah begitu sayang padamu. Memberikan
banyak wakt untuk keluargamu sekarang sambil terus memantaskan diri. Menjaga
dari menyia-nyiakan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk memupuk keimanan
dan menambah pengetahuan. ( Baca: Separuh Kita ( Puisi Cinta Ust. Salim Afillah ) )
Adakah
yang lebih romantis dari seseorang yang tidak pernah bertemu, tapi namnya sudah
gaduh dibicarakan malaikat. Hanya bisa menyapa
dalam doa yang Allah sampaikan ke dalam hati. Karena iman itu hadir
bersama keta’atan dan terwujud bersama ikhtiar bersama pengorbanan. Karena
semua akan indah pada waktunya.






