-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 19 Februari 2017

WANITA WAJIB BACA INI ....!!!!! .INILAH DOSA DIBALIK JILBAB "GAUL DAN TREN".. (TOLONG DI SEBARKAN)


Kesadaran memakai jilbab sudah mulai berkembang di umumnya wanita muslimah di tanah air kita. Menggunakan jilbab telah bukanlah adalah barang aneh atau terlarang ditempat kerja. Tetapi, bersamaan dengan perubahan jaman serta terbukanya masa globalisasi, sangat banyak dari wanita muslim yang menginginkan kenakan pakaian syar’i, mereka menginginkan menggunakan jilbab, namun mereka juga menginginkan tampak modis serta cantik.








Mereka menggunakan jilbab lantaran ikuti tren atau supaya tampak “Islami”, tampak lebih anggun serta cantik, atau cuma ikutan saja. Jadi mereka juga lebih mementingkan aspek keindahannya, keanggunan serta style, TANPA MEMPEDULIKAN SUDAH BENAR ATAU BELUM JILBAB YANG DIGUNAKANNYA.

Tidak pelak, kita peroleh seseorang wanita muslim kenakan kerudung yang menutupi kepala serta rambutnya, tetapi kenakan pakaian tidak tebal serta transparan, atau ketat hingga memperlihatkan lekuk badannya. Misalnya, kepala dibalut kerudung/jilbab, namun berbaju atau berkaos ketat, bercelana jeans atau legging yang cetak lekuk badannya. Fenomena berikut yang mulai menjamur serta membingungkan umumnya orang awam, beberapa mereka berkomentar “MASIH MENDING PAKAI JILBAB GAUL DARIPADA GAK PAKE SAMA SEKALI!! ”

Yang lain berkomentar, “LHO, INI KAN MASIH DALAM TAHAP BELAJAR?! ”, “YANG UDAH PAKE JILBAB DIKOMENTARIN TERUS, TAPI GIMANA SAMA WANITA YANG PAKE BIKINI? KOK GAK DIKOMENTARIN? ”

Serta komentar yang lain yang berkesan benar, namun sejatinya bebrapa begitu jauh dari kebenaran. Lantaran seseorang muslim dituntut untuk menggerakkan agama dengan cara kaffah (keseluruhan serta prima).

BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG HAL FENOMENA INI?

ADAKAH DOSA DIBALIK JILBAB GAUL?

Seandainya kita perhatikan, jilbab yang digunakan oleh wanita muslimah itu berbagai macam. Dapat kita untuk pada umumnya jadi 3 jenis jilbab, yakni :

1. Jilbab besar

Jilbab besar yaitu jilbab syar’i, yakni jilbab yang tutup semua aurat, tak jadi perhiasan serta pusat perhatian, tak tidak tebal, tidak ketat, tak mirip lelaki, tak mirip wanita-wanita kafir, tak berparfum serta bukanlah termasuk juga baju syuhrah. Baju syuhrah yaitu tiap-tiap baju yang digunakan dengan maksud untuk mencapai popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik baju itu mahal (yang digunakan seorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya) ataupun baju yang bernilai rendah (yang digunakan seorang untuk memperlihatkan kezuhudannya serta dengan maksud riya’). (Imam Asy Syaukani dalam Nailul Athar II/94)

2. Jilbab biasa

Jilbab umum yaitu sama juga dengan diatas, tetapi dengan ukuran yang tengah, tak sebesar jilbab diatas. Hukum jilbab seperti ini yaitu tak kenapa, asal beberapa karakter yang ada pada type pertama (tutup semua aurat, tak jadi perhiasan serta fokus perhatian, tak tidak tebal, tak ketat, tak mirip lelaki, tak mirip wanita-wanita kafir, tak berparfum serta bukanlah termasuk juga baju syuhrah) masihlah dapat dipertahankan.

3. Jilbab gaul atau jilbab “funky bin jilbab nyekek leher” saja

Sedangkan jilbab gaul adalah jilbab yang lagi booming saat ini. Contoh-contohnya :
Ada yang menggunakan kerudung dengan bawahan rok yang cuma sebetis/jadi kain yang digunakan berbelah di depan (split)
Ada yang cuma mengikatkan kerudung pada kepala tanpa ada tutup dada
Ada yang menggunakan bawahan cuma ngepas pada mata kaki serta tanpa ada kaos kaki
Ada pula yang menggunakan pakaian berlengan panjang sampai pergelangan tangan tanpa ada decker/kaos tangan, hingga bila diangkat tangannya jadi bakal tampak perhiasan yang ada di tangannya
Ada yang gunakan kerudung namun untaian rambutnya lebih panjang dari pada kerudungnya
Ada yang gunakan kerudung “saringan tahu” lantaran karena sangat tipisnya hingga rambut serta ikat rambutnya tampak jelas
Ada yang gunakan jilbab dengan corak warna yang mencolok hingga dapat mengambil perhatian sekitaran terlebih lelaki
Ada yang menghiasi jilbab dengan renda serta accessories yang mencolok seperti bros, yang terakhir
style= " border : 0px ; font-family : inherit ; font-stretch : inherit ; font-style : inherit ; font-variant : inherit ; font-weight : inherit ; line-height : inherit ; margin : 0px ; padding : 0px ; vertical-align : baseline ; " Ada yang jilbab “nyekek leher” lantas luarnya ditambah kerudung/kain yang tidak sama warna dengan yang didalam, yang tampak seperti “Biarawati Nasrani” …wal iya dzubillah.
Untuk wanita muslimah yang menggunakan jilbab type ketiga ini, apakah dapat disebutkan telah cukup serta lebih “mending” dan


baik dari pada yg tidak gunakan sekalipun?

Jawabannya, malah mungkin saja wanita itu berdosa lantaran tidak
mematuhi beberapa batasan syari’at mengenai jilbab dan baju muslimah. Hal semacam ini bila kita perhatikan, pasti sangat banyak penyimpangan-penyimpangan dari type jilbab “gaul” ini, diantaranya :


 A. JILBAB GAUL TIDAK MENUTUP AURAT SECARA SEMPURNA (HANYA “MEMBUNGKUS” AURAT)

Aurat wanita yaitu semua tubuh, kecuali muka serta telapak tangan. Tetapi, banyak dari baju muslimah sekarang ini, tak menutupi aurat keseluruhannya. Masihlah ada saja celah-celah yang memperlihatkan aurat mereka. Diantara mereka masihlah ada yang memperlihatkan leher, lengan, tangan, kaki. Walau sebenarnya jilbab syar’i yaitu yang tutup aurat secara prima, terkecuali muka serta telapak tangan saja.

Dari Abu Dawud, dari Aisyah berkata, kalau Asma satu kali mendatangi Rasulullah dengan kenakan pakaian tidak tebal lantas Rasulullah berkata padanya, ”Wahai Asma’, wanita yang sudah haid (tujuannya sudah baligh), tak bisa tampak darinya terkecuali ini, beliau menyaratkan ke mukanya serta telapak tangannya. ” (HR. Abu Dawud no. 4104).

B. JILBAB GAUL MENARIK PERHATIAN KAUM LELAKI

Diantara maksud jilbab yaitu melindungi diri dari godaan lelaki dan menghindar dari fitnah, tetapi jilbab gaul malah jadi menarik perhatian kaum lelaki. Bagaimana mungkin saja jilbab malah menarik perhatian kaum lelaki? Hal semacam ini disebabkan antara lain :

– Jilbab gaul berwarna warni serta dihiasi beragam jenis motif. Syaikh al Albani menyatakan, “Tujuan disyari’atkannya menggunakan jilbab yaitu untuk tutup perhiasan wanita, jadi tak masuk akal bila seseorang wanita muslim menggunakan jilbab yang penuh motif & hiasan”. (Jilbab Mar’ah Muslimah : 120)

Oleh karena itu, Allah berfirman, ”Dan jangan sampai memperlihatkan perhiasannya” (QS. An Nur : 31). Keumuman ayat ini tunjukkan kalau hiasan yg tidak bisa ditampakkan yaitu meliputi baju tersebut bila dipenuhi oleh hiasan yang menarik perhatian golongan lelaki.

APAKAH BERARTI SEORANG WANITA MUSLIM HARUS MEMAKAI PAKAIAN HITAM?

Tak juga, lantaran persyaratan baju untuk muslimah yaitu baju yang berwarna umum atau familiar, tak jadi fokus perhatian. Hingga, bila satu daerah malah membenci warna hitam, jadi tak kenapa dia pilih baju berwarna jelas seperti merah, hijau, dan lain-lain bila termasuk juga baju yang umum digunakan.

Ibrahim an Nakha’i satu hari berbarengan Alqamah mendatangi beberapa istri Nabi, mereka berdua memperoleh istri beberapa Nabi menggunakan baju berwarna merah. (Jilbab Mar’ah Muslimah : 122)

1. Jilbab gaul tidak tebal serta transparan

Tutup aurat mustahil terwujud dengan baju tidak tebal dan transparan, malah dengan baju tidak tebal, akan memberi fitnah serta jadi hiasan untuk kaum hawa. Karena itu Nabi ﷺ bersabda, ”Dua kelompok dari pakar Neraka yg tidak pernah saya saksikan : seorang membawa cambuk seperti ekor sapi yang dia memukul beberapa orang, serta wanita yang kenakan pakaian namun telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk onta yang bergoyang. Mereka akan tidak masuk surga serta akan tidak memperoleh baunya, meskipun ia dapat diperoleh sejauh perjalanan demikian serta demikian. ” (HR. Muslim)

Ibnu Abdil Barr menyampaikan, ”Makna ‘kasiyatun ‘ariyatun’ (kenakan pakaian namun telanjang) yaitu beberapa wanita yang menggunakan baju yang tidak tebal yang melukiskan bentuk badannya, baju itu belum menutupi (anggota badan yang harus ditutup dengan prima). Mereka kenakan pakaian, tetapi intinya mereka telanjang. ” (Jilbab Mar’ah Muslimah : 125-126)

2. Jilbab Gaul ketat

Jilbab Gaul ketat, menggunakan jilbab itu mempunyai tujuan hindari fitnah, serta hal semacam ini tidak mungkin saja terwujud dengan menggunakan baju ketat. Walau kadang-kadang baju ini menutupi warna kulit, tetapi baju seperti ini memperlihatkan beberapa bahkan juga semua lekuk tubuh.

3. Jilbab Gaul berparfum
Jilbab Gaul berparfum, walau sebenarnya Nabi ﷺ menyatakan, ”Tidaklah seseorang wanita menggunakan wangi-wangian lalu keluar melalui satu golongan agar mereka mencium parfumnya, jadi sesungguhnya wanita itu yaitu pezina. ” (HR. Ahmad)

4. Jilbab Gaul mirip wanita-wanita kafir
Jilbab Gaul mirip wanita-wanita kafir, karena umumnya jilbab gaul mengikuti model yang sedang berkembang didunia barat lalu dipoles sedikit dengan nuansa Islami, belum lagi dengan jenis yang tengah nge- trend yang mirip biarawati nasrani.. wal iya dzubillah



Bisa jadi hal semacam ini dikarenakan pengetahuan mereka yang minim tentang jilbab yang syar’i. Hingga mereka cuma ikutan saja, sebab pemahaman keIslamannya masihlah minim. Atau mereka termakan beragam propaganda musuh-musuh Islam yang menginginkan menggiring golongan muslimah keluar tempat tinggal dalam kondisi “telanjang” dengan argumen emansipasi, kesetaraan gender, dan lain-lain. Propaganda yang lain yang mengatakan kalau jilbab cuma kebiasaan dan budaya negara Arab saja, dll.

Bagaimana solusinya? Pastinya dengan menanamkan pendidikan Islam secara menyeluruh dan berkaitan terhadap beberapa generasi muda umat ini di awali dari diri mereka sendiri. sosialmedia. news