-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 29 Maret 2017

7 Jurus Sakti Penakluk Malas

7 Jurus Sakti Penakluk Malas
7 Jurus Sakti Penakluk Malas
Sahabat Ummi yang dirahmati Allah SWT, rasa malas adalah musuh terbesar umat manusia. Ia tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan kehadirannya. Ia adalah alasan paling mudah diucapkan. Syetan memang ingin menjerumuskan manusia dengan sifat malas ini. Caranya adalah dengan membisikkan di dalam hati manusia, kalau malas itu tidak merugikan siapapun kecuali dirinya sendiri.
Padahal dilihat dari manajemen organisasi, bila satu saja anggotanya malas, maka berdampak besar kepada kinerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan. Bila dilihat dari perspektif yang lebih luas, dalam cakupan atau perspektif kebangsaan, maka sifat malas menurunkan martabat bangsa Indonesia. Apa jadinya bangsa ini, bila penduduknya malas?
Nah, ini dia tujuh jurus sakti penakluk malas.
Pertama, sering membaca doa antimalas, terutama di setiap selesai salat lima waktu. Doa antimalas versi singkat sebagai berikut
أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan, malas, pengecut dan pikun (HR. Muslim No. 2706).
Sedangkan doa antimalas yang lebih lengkap sebagaimana tersebut berikut ini
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, berkata bahwa Rasulullah SAW biasa berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Allahumma innii a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzaa bil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati.’’
Artinya:
‘’Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktutua, sifat kikir, dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencanakehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari No. 6367 dan Muslim No. 2706)
Kedua, senantiasa bersemangat. Caranya mudah, dengan selalu mengingat bahwa sebagai umat terbaik, kita diciptakan Allah untuk berbuat berlomba-lomba berbuat kebaikan [Q.S. Al-Baqarah/2:148]. Memiliki sahabat yang selalu memotivasi saat kita dalam kondisi kurang bersemangat. Selalu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk diri kita sendiri. Atau cara lainnya adalah bergabung dengan forum diskusi, organisasi, komunitas yang aktif berkontribusi memberi manfaat bagi umat.
Ketiga, persiapan hari esok. Bila kita mengingat firman Allah di dalam QS. Al Hasyr: 18, maka sudah sepantasnyalah kita segera bergegas mempersiapkan bekal untuk hari esok. Mengingat kematian adalah hal terdekat dengan diri manusia, membuat kita terhindar dari malas. Kita senantiasa berbuat dan melakukan yang terbaik, demi mencari rida Allah SWT.
Keempat, rajin beribadah. Bila malas melanda, maka segeralah mengambil air wudhu, lalu salat mutlak dua rakaat. Lebih baik lagi dilanjutkan membaca Alquran. Dengan rajin beribadah, maka secara otomatis Allah bersama malaikatnya yang menjaga kita dari sifat tercela, salah satunya malas.
Kelima, membaca. Membaca buku-buku motivasi, kisah inspiratif, sirah Nabi, kisah keteladanan para sahabat dan cendekiawan muslim di masa lalu dapat membuka cakrawala berpikir kita. Kita dapat menelaani mereka,menghayati bagaimana kisah perjuangannya, bagaimana mereka jatuh-bangun mengarungi samudera kehidupan, bagaimana pelbagai ujian kehidupan menempa diri mereka sehingga menjadi semakin tangguh. Nah, semangat inilah yang dapat kita teladani.
Keenam, bersilaturahmi. Bersilaturahmi mengunjungi tetangga, kakek-nenek di desa, para ulama di pondok pesantren, anak yatim piatu di panti asuhan, berpotensi mengobarkan semangat kita. Kita dapat mendengarkan mereka bercerita, menghibur mereka dengan kehadiran kita, bernyanyi bersama mereka. Semua aktivitas ini pastilah menyemangati hati.
Ketujuh, menulis. Menulislah apa yang menjadi kerisauan kita, apa problematika kita, apa saja yang kita galaukan di masa mendatang, kenangan pahit di masa lalu. Lebih baik lagi bila menulis dalam kondisi suci alias masih ada wudu. Setelah semua beban pikiran atau jiwa lepas dari diri kita, maka Insya Allah rasa malas pun menghilang dengan sendirinya.
Mari kita lakukan tujuh jurus sakti penakluk malas di atas. Biasakanlah selama minimal dua minggu. Niatkanlah hanya mencari rida Allah. Insya Allah kita terbebas dari belenggu malas. [dr. Dito Anurogo]
 
 
 
Profil Penulis
Dito Anurogo, dokter digital/online di detik.com, peraih ‘’Gadjah Mada Awards’’ 2015 kategori mahasiswa terinspiratif dan penulis terbaik, kontributor terbaik di website Ummi online, sertifikasi CME dari Harvard dan Oxford University, penulis lebih dari 333 artikel terpublikasi serta 18 buku [salah satunya The Art of Medicine, Gramedia, 2016, dipromosikan di Amazon.com], pembina Network–Preneur  Initiative Center [NPIC], CEO/Founder Sahabat Literasi Indonesia [Indonesia Literacy Fellowship], studi S-2 Ilmu Kedokteran Dasar [IKD] Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada [FK UGM] Yogyakarta, email ditoanurogo[at]gmail[dot]com. 
 
foto ilustrasi : google