- Saat aku 20 tahun, aku pergi urbanisasi dari desa ke kota untuk
mencari pekerjaan yang lebih tinggi gajinya. Karena aku tahu, aku tidak
memiliki pendidikan yang tinggi, akhirnya aku hanya jadi seorang pelayan
di 1 bar.
Mantan suami juga bekerja di bar ini sebagai koki. Karena usia kami yang
tak begitu jauh, kami sangat cocok, sering bareng, akhirnya cinta itu
pun bersemi, kami akhirnya mengikat janji nikah kami setelah 2 tahun
berpacaran.
Karena ekonomi kami yang tidak begitu bagus, mantan suamiku selain
bekerja sebagai koki, dia juga bekerja sebagai tukang cuci piring
setelah dia pulang kerja. Dia hanya berpesan agar aku bisa menjaga
kandunganku, dan dia bekerja keras demi kebahagiaan aku dan anakku
kelak. Sanking sibuknya dia, dia jadi sangat kurus! Bahkan terkadang
sabtu minggu dia juga bekerja tak kenal yang namanya istirahat.
Tak lama setelah itu, aku pun melahirkan putri kami, dia sangat bahagia!
Namun karna tidak memiliki uang, mau
Aku berkenalan dengan seorang pria, lebih kecil 5 tahun dari aku, dia
seorang pelatih fitnes, kebayang dong gimana bagus badannya. Setelah
kami bincang - bincang lama, kami pun ketemuan di satu bar. Aku dan dia
berbincang sangat lama, dan sepertinya wajahnya yang tampan dan tubuhnya
yang tegap itu, membuatku jatuh cinta lagi. Aku minum sangat banyak,
sampai aku mabuk. Dia pun membawaku ke hotel, dan kalian sudah tahu apa
yang terjadi, dan itu aku yang minta diantara sadar dan tidak sadar.
Aku minta cerai dengan mantan suamiku, dengan alasan aku mencintai suami
lain. Dia gak banyak ngomong, dia juga tahu kondisinya seperti ini,
tapi dia mau hak asuh anak. Aku berpikir, asalkan aku diizinkan untuk
hidup bersama pria ini, aku sudah bahagia. Aku pun bercerai, tanpa
membawa apapun, aku jalanin hidup cintaku bersama pria olahragawan ini.
Bertahun - tahun kemudian, aku divonis mengidap kanker payvdara. Dokter
berkata kedua payvdaraku harus dipotong agar kanker itu tidak meyebar.
Aku yang sudah kesakitan, menunggu untuk operasi tapi tak bisa karna
tidak ada dana operasi. Suamiku yang sekarang malah pergi sibuk bekerja,
katanya harus cari uang untuk aku, tapi karna operasiku ini, uangnya
habis.
Saat seperti ini, aku kepikiran mantan suamiku, yang selalu ada di sana
saat aku membutuhkan. Tapi gak mungkin aku minta uang dengannya, tapi
keajaiban terjadi, dia sms aku untuk minta restu doaku untuk
pernikahannya. Sepertinya dia baik - baik saja dan semakin sukses.
Aku ke rumahnya dengan segala kesakitanku ini. Hilir mudik terjadi di
rumahnya untuk persiapan pernikahannya, aku iri... Aku memanggil
puteriku yang sudah berusia 2 tahun dan aku bawa dia pulang, alias aku
culik! Esok paginya aku datang ke pernikahan mantan suamiku. Aku melihat
matanya dan mata pengantin yang hitam karna mungkin mencari putri
mereka.
Setelah melihatku, dia berlinang air mata, pengantinnya menarik aku dan
mantan suamiku ke sebelah. Dia memberiku buku tabungan beserta kode pin
rekening ini. Dia tahu aku mau lakukan operasi dan uang ini dia berharap
bisa membantuku. Mantan suamiku juga tahu, aku gak bisa hidup tanpa
putriku, dan hak asuh putriku dikembalikan untuk aku. Aku menangis di
sana, aku menyesal, aku sudah meninggalkan seorang pria yang ternyata
benar - benar mencintaiku.
Teman - teman dunia maya. Aku berharap dari ceritaku ini, sadarilah,
hidup bukan hanya karna uang. Kita gak tahu kapan seseorang itu berada
di atas, berada di bawah. Yang perlu kita tahu adalah, dia mau bekerja
keras dan itu cukup untuk mendapatkan harapan. Jangan tinggalakn orang
yang mencintaimu dengna hidupnya.
