-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 26 Maret 2017

Cerita dari Ibu yang Menyesal Setelah Bayinya Meninggal Karena Dehidrasi Ya allah Nangis Bacanya


Ini yaitu cerita mengenai ibu yang menyesal lantaran ikuti protokol dari tempat tinggal sakit anak tempat ia melahirkan.







" Landon bakal berumur 5 tahun hari ini bila ia masihlah hidup. Umumnya anak bakal mulai masuk taman kanak-kanak pada umur ini. Namun tidak buah hatiku. Saya menginginkan sharing narasi ini mulai sejak lama mengenai apa yang berlangsung pada Landon, namun saya senantiasa takut apa yang orang lain katakan dan bagaimana saya bakal dihakimi. Namun saya menginginkan orang tahu seberapa besar sakit serta penyesalan yang saya rasakan, " kata Jillian seperti dimuat di The Fed.
Narasi bermula dari kelahiran Landon. Anak pertama pasangan Johnson itu lahir dirumah sakit yang menyebutkan instansinya sebagai ‘rumah sakit ramah anak’. Artinya, bila ibu tak menanggung derita penyakit berat seperti kanker, jadi tiap-tiap bayi yang dilahirkan mesti memperoleh ASI ekslusif dari ibunya.
Sesaat Jillian didiagnosa mempunyai failed and delayed lactogenesis II, yaitu mempunyai aspek resiko untuk tidak berhasil atau produksi ASI yang terlambat seperti diidentifikasi oleh konsultan IBCLC-laktasi. Pemicunya bermacam, dari mulai diabetes, PCOS, permasalahan dengan infertilitas, puting kecil dan tidak berkembang sepanjang kehamilan, dan jadi seseorang ibu baru lewat operasi cesar darurat.
Walau demikian, dia didorong untuk menyusui dengan cara eksklusif, sesuai sama kebijakan tempat tinggal sakit untuk mendorong beberapa ibu berikan ASI eksklusif. Jill diawasi dengan ketat oleh perawat, konsultan laktasi serta support dokter. Pelekatan bayinya juga dinilai begitu baik.
Waktu dilahirkan, berat Landon sekitaran 3, 7 kg dan dalam tiga hari, berat tubuhnya alami penurunan sekitaran 9, 7%.
“Setelah dilahirkan, Landon pernah di kirim ke Unit Ibu dan Bayi. Dia dikembalikan kepadaku 2, 5 jam lalu untuk disusui. Landon memperoleh ASI eksklusif sepanjang 15 - 40 menit tiap-tiap 1-2 jam, ” terang Jillian.
Sebagai ibu baru, Jillian senantiasa berupaya untuk mendengar apa pun kata dokternya. Termasuk juga waktu ia mengemukakan keluhan kalau ia terasa ASI yang keluar dari payudaranya sangat sedikit. Ia terasa keadaan berikut yang bikin anaknya itu selalu menangis.
Tetapi dokter dirumah sakit selalu berikan motivasi Jillian untuk menyusui anaknya apa pun yang berlangsung. Ia mengemukakan kalau reaksi Landon yang menangis terus-terusan, karena sebab sebagian bayi memanglah butuh menyesuaikan lebih lama di banding bayi lainya.
Waktu Jillian berkonsultasi dengan pakar laktasi dirumah sakit masalah Landon, pakar laktasi itu menyampaikan kalau ia sudah mengawali awalan yang baik dengan pelekatan yang prima. Meskipun kisah polycystic ovarian syndrome (PCOS) bikin hormonnya cuma menghasilkan sedikit ASI.
Pakar laktasi merekomendasikan kalau PCOS yang bikin produksi ASI-nya sedikit itu bisa diatasi dengan obat herbal waktu mereka keluar dari tempat tinggal sakit nanti.
" Pada 24 jam pertama, saya sudah menyusui Landon sepanjang 9, 3 jam. Tidak ada popok basah lantaran kencing yang butuh ditukar serta jumlah popok yang perlu ditukar lantaran kotor sejumlah 4 popok. "
Hari kedua, Langdon tak henti-hentinya menangis minta menyusu.
Ia meneruskan, " Dalam 27 jam pertama, Landon sudah kehilangan 4, 76% berat tubuhnya. Session menyusuinya juga jadi seringkali dan jadi tambah lama. Hingga ia ada di payudara terus-menerus pada hari ke-2 kehidupannya. Pada hari ke-2, ia membuahkan 3 popok basah. "
Hari ke-2, Langdon tidak henti-hentinya menangis minta menyusu.
Hari ke-2, Langdon tidak henti-hentinya menangis minta menyusu.
Meski telah berprasangka buruk kalau ada yang aneh dengan bayinya, Jillian masihlah terasa tenang lantaran dokter selalu mengontrol kesehatannya yang masih tetap dalam saat pemulihan paska cesar serta kesehatan bayinya.
Ia diyakinkan oleh dokter kalau ilmu dan pengetahuan menyebutkan ada korelasi, pada banyak popok basah anak dan penyerapan nutrisi itu tak berlaku dalam 4 hari pertama kehidupan bayi. Tidak butuh mencemaskan keadaan anaknya lantaran dokter katakan kuncinya cuma satu, “Susui selalu anakmu dengan ASI. ”
Atas izin dokter, sesudah 3 hari ada dirumah sakit Jarrod serta Jillian mengambil keputusan untuk membawa pulang anak mereka.
Saat dirumah, Landon terus-terusan menyusu hingga pada akhirnya ia jadi tak responsif serta seperti tertidur kelelahan akibat kesusahan menyusu. Badannya mulai membiru serta denyut nadinya hilang.
Jarrod lakukan pertolongan pertama dengan CPR serta Jillian mulai sibuk menelepon nomor darurat supaya ambulan selekasnya hingga ke tempat tinggalnya.
Ketika mereka tiba di UGD, Landon diketemukan mempunyai pulseless electrical activity (denyut jantung tanpa ada desakan darah). Ia lantas diintubasi serta terima sebagian putaran epinefrin. Ia alami hipotermia dengan suhu 93, 1 F. Sesudah 30 menit dikerjakan CPR, tidak ada kesibukan jantung diketemukan pada USG.
Dengan kesepakatan orangtua, CPR dihentikan serta Landon tetaplah di ventilator sembari selalu terima saline IV. 20 menit lalu, dengan cairan IV, ia kembali memperoleh denyut nadi. Landon dinyatakan koma serta dipindahkan ke NICU tingkat II untuk memperoleh perawatan untuk bayi yang alami cedera otak.
Menurut dokter, Landon didiagnosis dengan dehidrasi hipernatremia dan serangan jantung dari shock hipovolemik.
Landon lewat scan MRI otak dirumah sakit, serta di konfirmasi alami cedera otak berkelanjutan dengan hypoxic-ischemic encephalopathy atau cedera otak akibat kekurangan oksigen lantaran desakan darah rendah dari dehidrasi dan serangan jantung.
Dia juga didiagnosis dengan kesibukan kejang difus pada EEG, konsekwensinya cedera otak meluas serta kronis. Lihat prognosis jelek itu dan tidak mungkin saja diselamatkan, Landon pada akhirnya dilepaskan dari alat pendukung kehidupan 15 hari lalu.
Landon di ruang NICU dengan alat bantu hidup
Landon di ruangan NICU dengan alat bantu hidup
Landon di ruangan NICU dengan alat bantu hidup
“Apa tujuannya dehidrasi? Anakku terus-terusan ada di payudaraku untuk disusui, ” bertanya Jill waktu ada di ruangan UGD.
Waktu itu, dokter di NICU menyampaikan satu anjuran yang dengan penuh penyesalan, tidak pernah didapatkan dari dokternya dahulu, “Tentu saja ASI yaitu makanan paling baik untuk anak waktu ia lahir. Namun berikanlah susu di botol bila produksi ASI ibu kurang, supaya anak tidak kelaparan,. ”
Jillian menyesal tidak paham pengetahuan ini terlebih dulu. Ia berandai-andai, bila saja ia memberi satu botol susu saja, mungkin Landon masihlah hidup serta saat ini tumbuh jadi anak 5 th. yang sehat.
Dengan pengalamannya itu, Jillian menghimbau beberapa ibu tidak untuk ngotot dengan idealisme ASI di waktu payudaranya tidak cukup bikin bayinya kenyang. Lantaran di bebrapa waktu spesifik, memberi susu penambahan mungkin saja jalan paling baik untuk menyelamatkan nyawa bayi.
Selama ini, literatur sains juga tunjukkan kalau bayi yang kehilangan kian lebih 7% berat tubuh yang ia punyai waktu lahir, memiliki resiko tinggi alami penyakit kuning yang kronis serta hipernatremia (keadaan natrium didalam darah sangat tinggi lantaran badan kekurangan cairan).
Jill menggendong Landon saat ia menghembuskan napas terakhirnya.
Jill menggendong Landon waktu ia hembuskan napas terakhirnya.
Jill menggendong Landon waktu ia hembuskan napas terakhirnya.
“Tahukah Anda kalau tidak semestinya bayi terus-terusan menangis? Tahukah Anda kalau harusnya bayi buang air kecil sekerap ia menyusui? Tahukah Anda kalau menyimpan bayi di payudara bukanlah bermakna kalau ASI bakal keluar sejumlah yang diinginkan? Tahukah Anda berapakah batasan berat tubuh yang harusnya bayi alami serta berapakah banyak jumlah cairan yang harusnya keluar dari badan bayi? ” catat Jullian.
The Fed juga merekomendasikan beberapa ibu serta tenaga medis supaya mengedukasi diri dengan pengetahuan yang cukup masalah keperluan bayi. Jalan yang lain dengan juga berupaya mencari donor ASI dari ibu yang lebih dapat.
Apa yang menerpa Landon jadi pelajaran hidup yang utama untuk Julian, hingga ia mulai membekali diri dengan segudang pengetahuan sebelumnya mengambil keputusan untuk hamil lagi.
Kami juga menghimbau supaya beberapa ibu senantiasa aktif mencari info kesehatan berkaitan bayi serta sistem menyusui