Hal yang Harus Diwaspadai dan Dilakukan Istri ketika Gajinya Lebih Besar daripada Suami
Fenomena
gaji istri yang lebih besar sekarang ini semakin banyak. Dengan semakin
pesatnya jumlah istri yang bekerja (apapun bentuknya baik sebagai
pekerja lepas atau tetap dan di manapun tempatnya baik di luar rumah
(kantor) maupun di dalam rumah) telah membuat kenyataan bergeser. Bila
dulu, gaji istri yang lebih besar daripada suami dianggap sebagai sebuah
hal yang aneh, namun berbeda dengan sekarang. Dulu, sang istri mungkin
akan menganggap hal yang tabu ketika gajinya jauh melebihi suami. Namun,
sekarang tidak lagi.
Banyak
orang yang berpendapat bila istri memiliki gaji yang jauh lebih besar
daripada suami, maka dia kurang bisa menghargai suaminya. Tentu pendapat
tersebut berdasarkan pengalaman banyak pasangan. Tak dapat dipungkiri
memang, ada kecenderungan bila gaji istri melebihi gaji suami, sang
istri kurang bisa menghargai suaminya dikarenakan dirinya merasa lebih.
Itu sebabnya beban untuk menafkahi keluarga berada di pundak suami,
sebenarnya adalah untuk menjaga harga diri dan martabat suami di depan
istri. Namun, tentu saja tak bisa disamaratakan karena masih banyak juga
istri yang tetap menghormati suami sekalipun dirinya jauh berada di
atas posisi suami yang sekarang.
Ada
tiga reaksi suami berkaitan dengan hal tersebut. Ada suami yang malah
senang bila gaji istrinya melebihi dirinya. Ada pula suami yang merasa
harga dirinya terinjak-injak ketika tahu bahwa dirinya tidaklah
sebanding dengan sang istri. Namun, ada juga yang bersikap cuek tak
peduli, mau banyak atau sedikit semuanya sama saja. Meski demikian,
konflik gaji istri yang lebih besar daripada suami ini tak bisa
diremehkan karena nyatanya banyak rumah tangga yang kandas di tengah
jalan hanya karena masalah ini.
Seberapapun
tinggi kedudukan seorang wanita di luar saat kembali ke rumahnya ia
tetaplah seorang wanita yang notabene adalah istri. Seorang istri yang
saat ini memiliki posisi jauh di atas suami haruslah sadar bahwa ia
menjadi seperti itu juga karena ridho dari suaminya. Sehingga, tak
seharusnya bila ia meremehkan suaminya. Seorang istri juga harus
meyakinkan pada suaminya bahwa rizki bisa melalui siapa saja bisa istri
atau suami, sehingga tidak masalah bila saat ini gaji istri lebih besar,
toh tak ada yang pernah tahu esok hari seperti apa. Semua itu dilakukan
sang istri agar suami tetap percaya diri dalam menjalani perannya
sebagai seorang suami.
Referensi:
Ariefiansyah, Miyosi. 2012. Hartamu Hartaku Hartaku Punya Siapa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Penulis:
Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi(dot)com ini adalah istri, ibu, penulis, dan pembelajar.