Aku dan istriku sudah menikah selama 5 tahun, kami saling mencintai dan hubungan kami sangat baik. Aku juga sangat menghargai dia. Sejak menikah, dia masih sangat rajin bekerja, sampai ia hamil dan melahirkan. Aku selalu melihat hal ini dan menyimpannya dalam hati. Aku tahu dia sangat berjuang bagi keluarga. Kami juga jarang bertengkar, seringnya kita selalu saling mengalah, jadi hubungan kami selalu baik.
Setelah anakku lahir, istriku berhenti kerja, tapi mamaku selalu ngomel
sampai akhirnya hubungan mama dan istriku jadi tidak baik, aku ada di
tengah-tengah. Yang satu mamaku, yang satu istriku, aku juga jadi serba
salah. Karena hal inilah akhirnya aku dan istri pindah rumah dan
berpisah dengan mama. Tapi ternyata masalahnya belum juga selesai.
Aku tidak tahu karena alasan apa, tapi istriku semakin lama semakin
malas, bahkan tidak mau lagi memasak, anakku juga tidak diberi makan
yang baik, mamaku selalu ngomel akan hal ini, tapi aku juga cuman bisa
bersabar aja. Aku sudah membicarakan hal ini sama istriku, jawaban dia
juga sangat tenang. Dia bilang, kalau gitu kamu boleh pulang jaga anak,
aku yang pergi kerja.
Tahun lalu bulan Mei aku pergi dinas sampai bulan Agustus. Selama dinas,
aku tidak pernah pulang, istriku juga jarang meneleponku. Paling dia
hanya telepon 2-3 kali itupun kalau ada keperluan minta uang. Seringnya
aku yang telepon ke rumah, tapi aku juga merasa ini bukanlah hal besar.
Sampai waktu aku pulang dinas, aku menemukan rumahku berantakan dan aku
langsung tanya istriku kenapa dia membuat rumah jadi begitu kotor dan
berantakan. Dia tidak menjawab, tapi wajahnya kelihatan sangat lelah.
Sampai akhirnya kami bertengkar hebat dan bercerai. Dia langsung
menyerahkan anak kami padaku dan bilang kalau dia mau menjalani hidup
yang tenang.
Kami bercerai dengan sangat cepat bahkan keluargakupun tidak tahu. Sejak
menikah hidupku tidak bahagia, aku sering merindukan istriku. Sampai
bulan Maret kemarin, aku menerima telepon dari sahabat istriku yang
mengatakan kalau mantan istriku masuk rumah sakit. Aku langsung pergi
melihatnya, waktu dia melihatku, dia langsung menangis. Aku baru tahu
kalau sejak melahirkan istriku ternyata terserang penyakit pasca
persalinan. Pinggangnya selalu sakit, tapi selama ini dia tidak pernah
memberitahu aku. Sahabatnya menceritakan kalau istriku selalu khawatir
karena ekonomi keluarga semua adalah tanggunganku, jadi dia tidak mau
membebani, tapi dia tidak mampu lagi melakukan perkerjaan berat.
Setelah mendengar hal ini, aku sangat menyesal, aku mau menemaninya dan
menjaganya seumur hidupku. Aku sangat merasa bersalah karena hal ini.
Setelah aku memosting cerita ini di internet, banyak netizen lain yang
menasihati aku untuk menjaga istriku dengan sebaik-baiknya.
Kadangkala cinta itu bukanlah apa yang kelihatan saja, tapi masih banyak
hal-hal kecil lainnya yang perlu diperhatikan, sama seperti hubungan
suami istri. Aku mau belajar untuk merawat istriku seumur hidupku.
