Rezeki Luar Biasa yang Jarang Disadari
Saat hati tak tenang, apapun yang menurut orang lain baik, menurut kita mungkin tak baik. Kata orang bijak, bila tangan penuh duri, diajak orang lain bersalaman (persahabatan dan persaudaraan pun) akan terasa sangat menyakitkan.
Kenapa bukan Aku saja?
Mungkin, salah satu penyebab ketidaktenangan adalah karena hati kecil tidak mau menerima kenyataan, salah satunya dengan menganggap diri sendiri lebih pantas mendapatkan sesuatu dibandingkan orang lain yang mungkin tidak ada apa- apanya.
Misalnya:
“Ah, kalau cuma nulis begini doang, anak TK juga bisa”
“Ehm… gak nyangka dia bisa masuk di situ. Padahal dulu sekolahnya biasa- biasa aja, pinteran juga gue!” dll.
Ternyata cuma Gitu- Gitu Aja?
Atau, bisa juga sebaliknya. Suatu saat, mungkin Allah memberi kesempatan hamba-Nya yang dulu biasa- biasa saja (menurut kacamata manusia) untuk menjadi “sesuatu”. Pun di sisi lain Allah memberikan hadiah luar biasa pada hamba-Nya yang dulu WOW untuk bisa mencicipi hal- hal yang menurut orang lain biasa saja, dan si hamba yang dulunya biasa- biasa saja tersebut “berulah”
“Oh, jadi begini- begini aja hidup lo… Gak nyangka, lo sama gue dulu kan pinteran lo. Gak nyangka nasib lo gini2 aja!”
“Set dah… dia dulu sekolahnya rajin banget, lhah kita? titip absen mulu. Sekalinya masuk juga gak nyambung tu dosen ngomong apa. wkwkwk. Eh, lha kok dia yang rajin itu seperti tenggelam di lautan getoo ya. wkwkwk. Hadehh…. rugi banget jadi orang rajin kalau akhirnya tragis kayak gitu!” dll.
karena Allah memberi KESEMPATAN
Kenapa di antara sekian banyak cowok cakep, si A yang dipilih menjadi suami si B? karena Allah memberi kesempatan.
Kenapa di antara sekian banyak cewek cantik, si C yang dipilih jadi istri si D? karena Allah memberi kesempatan.
Kenapa di antara sekian banyak peserta SNMPTN, dia masuk menjadi salah satu mahasiswa yang lolos? Padahal, semua peserta juga memiliki usaha yang sama, yaitu belajar mati- matian? karena Allah memberi kesempatan.
Kenapa di antara sekian banyak orang yang melamar pekerjaan dia yang dipilih? Padahal yang jauh lebih pintar banyak? karena Allah memberi kesempatan.
Kenapa di antara sekian banyak tulisan yang masuk, tulisan dia yang dipilih. Padahal, begitu banyak penulis yang gak kalah keren bahkan jauuuh lebih keren daripada dia? Karena Allah memberi kesempatan.
dan hal- hal lainnya.
Tak ada sesuatu yang mutlak memang di dunia ini, apapun itu. Tak ada yang tahu 10 tahun ke depan seperti apa. Yang dijudge seperti ini, nyatanya seperti itu. Yang dijudge seperti itu, nyatanya seperti ini.
Menirukan salah satu ucapan Mr. Cool ketika kami kuliah dulu, “Orang yang bahagia yang sebenar- benarnya adalah orang yang kuat dan tenang hatinya” Terserah Allah deh mau “diapain” juga mau aja, yang penting usaha hingga jiwa berpisah dari raga.
Foto ilustrasi: google
Profil Penulis:
Miyosi Ariefiansyah, penulis ratusan artikel dan puluhan buku