
Anda pasti
pernah mendengar penghulu jenazah atau biasa disebut modin? Tugasnya
mengurusi jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, sampai mengantar ke
pemakaman. Ternyata profesi modin juga pernah mengalami kejadian
mistis. Kisah nyata ini terjadi di kecamatan Garum, Blitar dimana
seorang modin bernama Maksun (55) harus berhadapan dengan hal gaib saat
pemakaman. Dikutip dari Misterikisah.com dari Jawa Pos, Maksun sudah
lebih dari 30 tahun menjabat sebagai modin di desanya. Setiap ada orang
meninggal dunia ia menjadi penghulu jenazah atau yang mengkoordinir
prosesi pemakaman mulai dari rumah hingga selesai di pemakaman. Tugasnya
tak hanya berhenti sampai di situ, ia juga menjadi imam tahlil di rumah
duka selama 7 hari. Pada suatu hari ketika selesai melangsungkan acara
prosesi pemakaman seorang warga desa yang meninggal, Maksun pulang
terlalu petang. Maklum hari itu ada orang meninggal dunia terlalu sore
sehingga pemakaman selesai ketika hari menjelang gelap. Ia pun tiba di
rumah sekitar pukul 7 malam jum’at dalam keadaan hujan gerimis.
“Bersamaan dengan itu tibatiba ada sebuah mobil sedan warna putih
berhenti di depan rumah saya. Lalu keluar dua orang lelaki dengan
menggunakan busana muslim dan memakai topi hitam (kopyah) seperti yang
saya kenakan,” papar Maksun. Mereka berlari kecil menghampirinya dan
mengatakan adakeperluan mendadak. Ternyata mereka dari daerah lain yang
masih satu kota. Ternyata salah seorang anggota meluarga mereka
meninggal dunia dan meminta bantuan Maksun untuk menjadi penghulu
jenazah dan mengantarkannya ke pemakaman malam ini. “Saya merasa
keberatan untuk memenuhi permintaannya karena di desa mereka tentunya
sudah ada petugas modinnya tersendiri. Selain itu, saya juga baru saja
pulang dari mengurus acara prosesi pemakaman warga di desa ini. Lagi
pula malam ini saya juga akan menjadi imam tahlil di desa ini, yaitu
dirumah keluarga orang yang baru saja meninggal dunia tadi siang,”
tuturnya. Namun dua orang ini begitu memohon kepada Maksun dan
mengatakan bahwa modin di desanya sedang berhalangan sehingga tidak ada
orang yang menjadi penghulu jenazah. Sementara acara memandikan jenazah
serta mengkafani sudah selesai semua, kuburan juga sudah siap. Mereka
mengatakan bahwa keluarga mereka sedang menunggu kedatangannya malam ini
juga. Mendengar permintaan mereka yang sangat penting dan darurat
sekali, maka akhirnya Maksun bersedia memenuhi permintaannya. Sementara
tugas menjadi imam tahlil di desanya diwakilkan kepada orang lain.
“Tanpa mandi maupun cuci muka, saya berangkat bersama dua orang tamu ini
menuju ke rumah duka dengan mengendarai mobil sedan mewah warna putih.
Rupanya rumah mereka jauh sekali, sampaisampai perjalanan ini keluar
dari wilayah kabupaten Blitar. Kemudian melewati hutan lebat yang cukup
jauh, lalu masuk ke sebuah kota yang ramai dan saya belum pernah melihat
kota itu,” ujarnya. Setelah melakukan perjalanan melewati kota yang
ramai maka tibalah mereka bertiga di rumah duka. Rupanya yang meninggal
dunia ini adalah orang kaya, karena rumahnya megah dan ada taman bunga
cantik di depan rumahnya. Jenazah juga sudah dikafani berada di dalam
keranda mayat. Semua perlengkapan pemakaman juga sudah disiapkan. Mereka
benarbenar hanya menunggu kedatangan penghulu jenazah. Akhirnya
langsung saja seperti biasanya, saya menyampaikan pidato mewakili atas
nama keluarga yang berduka menyampaikan terima kasih kepada para pelawat
yang ikut berbelasungkawa. Setelah selesai, jenazah langsung
diberangkatkan malam itu jugadan kami beramairamai berjalan menuju ke
pemakaman umum di desa itu,” katanya. Lanjut Maksun, pemakaman umum
tersebut ternyata tidak jauh dari rumah duka. Liang kubur sudah di
persiapkan sejak tadi dan keranda jenazah langsung diletakkan disamping
liang kubur. Seperti biasa, ia langsung masuk ke liang kubur untuk
mengumandangkan adzan. Dari sini mulai timbul keanehan. “Ketika saya
mengumandangkan suara adzan, tibatiba orangorang yang melayat terlihat
seperti orang kebingungan. Lalu mereka menjauh satu persatu. Semakin
kencang suara adzan, mereka semakin menjauh dan pergi,” jelasnya.
Setelah adzan selesai, ternyata tidak ada orang sama sekali. Semua
pelayat dan juga keluarga yang berduka pergi entah kemana. Maksun pun
bingung bagaimana cara mengangkat mayat ke liang kubur seorang diri, dan
lalu menimbunnya dengan tanah. Sementara menguburkan mayat sampai
selesai adalah wajib bagi seorang muslim. “Namun tidak masalah biarpun
para pelayat pergi semua dan tidak ada seorangpun yang membantu. Saya
bisa menyelesaikannya sendiri pelanpelan,” sambungnya. Kejadian aneh
pun terjadi lagi ketika Maksun mencoba membuka tali keranda mayat.
Ternyata keranda mayat yang tadinya diletakkan di dekat liang kubur itu
hanyalah tumpukan pohon singkong yang diikat dengan tali “Kemudian saya
tengaktengok ke sekeliling, dan saya melihat ada pohonpohon singkong
sangat banyak dan lebat berdiri di sekeliling saya. Betapa terkejutnya
saya. Ternyata saya sedang berada di tengahtengah ladang singkong
sendirian malam hari,” terangnya Maksun langsung tersadar bahwa ternyata
para pelayat dan jenazah yang hendak dimakamkan tadi adalah makhluk
halus. Rupanya ia telah dikerjai oleh sekelompok makhluk halusSeketika
itu bulu kuduknya berdiri tegak. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung
kabur ambil langkah seribu sekencangnya agar bisa keluar dari kebun
singkong itu. Walau sampai terjatuh dan menabrak semak belukar, Maksun
berhasil juga keluar dari ladang singkong dan tiba di sebuah kampung.
Ternyata kampung tersebut adalah desa tetangganya Ternyata saat ia naik
mobil sedan putih sebenarnya hanya berjalan kaki saja ke desa sebelah.
Untungnya malam sudah larut, sehingga tidak ada seorang pun yang
melihatnya kesasar di kebun singkong malammalam sendirian. Setelah
sampai rumah, Maksun masih terbengong dan tak habis pikir, seakan ia
tidak percaya kalau baru saja menghadiri acara pemakaman di alam jin.
“Lalu mengapa para jin itu mengerjai saya? Sudah tahu ada orang
capekcapek pulang kemalaman dari acara pemakaman, masih dikerjai lagi
oleh makhluk jin,” ujarnya. Kemudian Maksun memutuskan pergi ke kantor
desa dan meminta pengunduran diri sebagai modin yang sudah
bertahuntahun digelutinya.