Kamu mungkin sudah pernah mendengar mengenai keutamaan surat Al Waqiah. Di antara khasiatnya yang paling terkenal yaitu bisa memperlancar rejeki dan menghindarkan diri dari kefakiran dan kemiskinan.
Tentu, menjadi kaya sangat mungkin terjadi, jika kita mengikuti seperti yang dituntunkan dalam ajaran Islam. Mari simak apa saja yang bisa memperlancar rezeki sesuai tuntunan Islam.
Bertaubat
Memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan dan
berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Bacalah istighfar dan lakukan
dengan khusu sepenuh hati.
Hal ini seperti disebutkan dalam salah satu firman Allah SWT: “Dan
hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.
(Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang
telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang
mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (QS Huud: 3)
Hakikat taubat adalah kembali taat
kepada Allah dari melakukan kemungkaranNya kepada melaksanakan
perintahNya. Taubat ada dua macam, yaitu taubat mutlak dan taubat
muqayyad (terikat). Taubat mutlak adalah bertaubat dari segala perbuatan
dosa. Sedangkan taubat muqayyad adalah bertaubat dari salah satu dosa
tertentu yang pernah dilakukan.
Syarat-syarat taubat meliputi
beragama Islam, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa,
meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya,
mengembalikan hak orang yang dizalimi, bertaubat sebelum nyawa berada di
tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat. Taubat merupakan
kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja
berbuat dosa. Karena Allah berfirman dalam surat An Nur :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31).
Allah menyifati diri-Nya di dalam Al
Quran bahwa Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang hampir mendekati 100
kali. Allah berjanji mengaruniakan nikmat taubat kepada hamba-hambaNya
di dalam sekian banyak ayat yang mulia. Allah ta’ala berfirman dalam
surat An Nisaa’ :
وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً
“Allah menginginkan untuk menerima
taubat kalian, sedangkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya
ingin agar kalian menyimpang dengan sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 27)
Pada hakikatnya taubat itulah isi
ajaran Islam dan fase-fase persinggahan iman. Setiap insan selalu
membutuhkannya dalam menjalani setiap tahapan kehidupan. Maka orang yang
benar-benar berbahagia ialah yang menjadikan taubat sebagai sahabat
dekat dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat.
Sedangkan orang yang binasa adalah
yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya.
Beberapa di antara keutamaan taubat ialah :
- Taubat adalah sebab untuk meraih kecintaan Allah ‘azza wa jalla.
- Taubat merupakan sebab keberuntungan.
- Taubat menjadi sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya.
- Taubat merupakan sebab masuk surga dan keselamatan dari siksa neraka.
- Taubat adalah sebab mendapatkan ampunan dan rahmat.
- Taubat merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan.
- Taubat menjadi sebab untuk meraih segala macam kebaikan.
- Taubat adalah sebab untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar.
- Taubat merupakan sebab turunnya barakah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan.
- Keutamaan taubat yang lain adalah menjadi sebab malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat.
Silaturahmi
Rajin bersilturahmi bisa menjadi pintu pembuka rezeki. Dengan rajin
bersilaturahmi otomatis hubungan kita dengan sesama pun jadi lebih erat.
Pergaulan kita pun jadi kian luas sehingga bisa membuka kesempatan dan
peluang baru dalam berusaha.
Seperti sabda Rasullulah SAW: Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi. (HR. Bukhari)
Marilah kita bertakwa kepada Allah
Ta’ala. Takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan
dengan sesama manusia. Lebih utama lagi, yaitu sambunglah tali
silaturahmi dengan keluarga yang masih ada hubungan nasab.
Yang dimaksud adalah keluarga itu
sendiri, seperti ibu, bapak, anak lelaki, anak perempuan ataupun
orang-orang yang mempunyai hubungan darah dari orang-orang sebelum
bapaknya atau ibunya. Inilah yang disebut arham atau ansab.
Adapun kerabat dari suami atau istri,
mereka adalah para ipar, tidak memiliki hubungan rahim ataupun nasab.
Banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya dengan cara
saling berziarah, saling memberi hadiah, atau dengan pemberian yang
lain.
Sambunglah silaturahmi itu dengan
berlemah lembut, berkasih sayang, wajah berseri, memuliakan, dan dengan
segala hal yang sudah dikenal manusia dalam membangun silaturahmi.
Dengan silaturahmi, pahala yang besar
akan diproleh dari Allah Azza wa Jalla. Silaturahim menyebabkan
seseorang bisa masuk ke dalam surga. Silaturahim juga menyebabkan
seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan Allah di dunia dan
akhirat.
Saudaraku, silaturahmi yang paling utama adalah memulainya dengan yang
terdekat dahulu, yaitu kedua orang tua (ibu dan ayah), kakak dan adik,
kemudian kerabat serta tentangga-tetangga dekat.
Bersilaturahmi buka sedekar saling sapa dan saling mengunjungi,
bersilaturahmi adalah sebagai bentuk tali ukhuah dan rasa cinta kepada
sesama karena Allah SWT.
Bukan sekedar silaturahmi lahiriah, tetapi juga silaturahmi batiniah.
Yaitu silaturahmi karena hati saling cinta karena Allah, bisanya
diungkapkan dengan cara saling mendokan kebaikan saudara kita, secara
rahasia
Sedekah
Memberi sedekah bisa memperlancar rezeki. Setiap sedekah yang kita berikan akan dibalas oleh Allah berkali-kali lipat.
Seperti firman Allah SWT: “Siapakah
yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran
kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqarah QS:245)
Sedekah yang paling utama adalah memberi nafkah kepada keluarga terlebih
dahulu, orang-orang terdekat kita yang membutuhkan. Misalnya kamu
seorang pengusaha, bersedekah lebih baik kepada karyawan-karyawan dulu
dari pada kepada orang lain.
Jika perusahaan memperoleh banyak untung, kamu ingin mensedekahkannya.
Lebih baik mensejahterakan kaywaan dulu dari pada yang lainnya, jangan
sampai kita bersedeka kepada orang lain namun orang orang terdekat kita
kurang sejahtera.
Rajin Bekerja
Islam sangat menganjurkan muslim untuk giat bekerja. Bahkan bekerja itu bisa menjadi bagian dari ibadah.
Seperti firman Allah: “apabila telah
ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jumu’ah [62]: 10)
Rajin bekerja merupakan bagian dari
akhlakul karimah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Sebab secara
syariatnya, dengan rajin disertai kesungguhan seseorang akan berhasil
menggapai yang dicitakan. Seorang Muslim yang paripurna, memiliki sifat
etos kerja yang tinggi.
Allah SWT berfirman dalam surah At Taubah ayat 105, yang artinya:
“Bekerjalah kamu, tentu Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin
akan melihat pekerjaanmu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah.
Kemudian diberikannya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.
At-Taubah [9]: 105).
Rasulullah SAW lewat hadits-haditsnya
juga menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa bekerja keras. Di
antara sabda-sabda rasul yang menerangkan tentang anjuran bekerja keras
adalah.
Dari Miqdam bin Ma’di, Rasulullah SAW
pernah bersabda tidak pernah seseorang makan makanan yang lebih baik
daripada makan dari makanan yang dihasilkan dari pekerjaan tangannya
sendiri, Al Hadits. (H.R. Bukhari)
Bekerja keras untuk mendapatkan
rizeki yang kemudian digunakan untuk menghidupi kebutuhan keluarga
adalah perbuatan yang mulia. Rasulullah SAW menejajarkan orang yang
bekerja keras untuk mendapatkan rezeki yang halal dengan mereka yang
berjihad di jalan Allah.
Sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa
yang bersusah payah mencukupi kebutuhan keluarga, maka dia bagaikan
berjuang di jalan Allah.” (H.R Ahmad).
Hal ini dikarenakan, seseorang yang
rajin dan bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya bisa
menghindarkan keluarga mereka dari hal-hal yang menjerumuskan, yang
seringkali dilatabelakangi faktor keterbatasan ekonomi.
Allah SWT juga menyediakan ampunan bagi mereka yang rajin bekerja, sebagaimana yang disampaikan dalam al hadits berikut,
“Sungguh sebagian dari dosa manusia
ada yang tidak terampuni dengan melakukan ibadah salat, zakat, dan haji.
Tetapi dosa itu terampuni dengan sulitnya mencari penghidupan.” (H.R
Thabrani)
Dengan demikian, rajin bekerja untuk
meraih hidup yang berkecukupan serta untuk menata hidup keluarga adalah
perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab, Islam tidak ingin
melihat para pemeluknya malas-malasan, bertopang dagu, dan tidak mau
berusaha untuk mencari rizki. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bekerja.” (H.R Ahmad)
Menikah dapat menjadi pintu pembuka rezeki. Sekaligus sebagai jalan
untuk menjaga kebersihan diri dan membuat jiwa menjadi tenang.
Allah berfirman: “Dan nikahkanlah
orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak
(menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN
KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An-Nuur 24:32-33)
Benarkah dengan menikah dapat membuka pintu rezeki?
Banyak yang sudah membuktikan bahwa
dengan cara menikah dapat menbuka pintu rezeki. Awalnya hidup cuma
pas-pasan dengan gaji juga pas-pasan, dan hidup tinggal di rumah
kontrakan yang sempit serta makan yang juga pas-pasan. Ternyata Allah
memberi kelapangan setelah kesempitan. Karena Allah menolong bagi setiap
orang yang menikah yang ingin menjaga kesucian dirinya.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang yang akan mendapat pertolongan dari Allah:
(1) orang yang berjihad di jalan Allah,
(2) orang yang menikah demi ingin menjaga kesucian dirinya,
(3) budak mukatab yang mau
membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu
Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini
hasan).
Karena rezekinya itu dijamin oleh Allah, dengan jika ia rajin menafkahi istri dan anaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ketika seorang hamba berada di
setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan juga berdoa, “Ya Allah
berikanlah ganti kepada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah kepada
keluarganya).” Malaikat yang lain juga berdoa, “Ya Allah, berikanlah
kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (tidak memberi nafkah).” (HR.
Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010)
Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang
dimaksud yaitu mengeluarkan infak yang wajib dengan memberi nafkah untuk
keluarga dan nafkah untuk dapat menjalin hubungan kekerabatan
(silaturahim).
Berarti siapa yang beri nafkah kepada
keluarganya, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah
lainnya, maka malaikat akan mendoakan agar orang tersebut mendapatkan
ganti. Hal ini serupa dengan yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,
Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku
melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan
barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan
Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Maksud dari ayat ini, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam bentuk ketaatan kepada Allah, maka akan diberi ganti.
Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
Wahai anak Adam, berinfaklah, maka Allah akan mengganti infakmu.” (HR.
Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)
Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam
Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan sebuah hadits doa malaikat di
atas, “Para ulama menyatakan, bahwa infak yang dimaksud itu adalah infak
dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak kepada
keluarga, infak kepada orang-orang yang lemah, serta infak lainnya.
Selama infak tersebut tidak berlebihan, alias boros.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 87)
Semoga Allah memberi keberkahan dalam pernikahan dan diberikan rezeki yang cukup yang telah Allah janjinkan.
Shalat Dhuha
Melaksanakan shalat sunnah Dhuha dianjurkan supaya kita dipermudah rejeki, diberi ampunan oleh Allah SWT serta mendapat ketenangan dalam hidup.
Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai
anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi
dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad 17390, dan
dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 666 dan Syuaib
al-Arnauth).
Jika kita perhatikan dalam hadits
tersebut, tidak secara tegas menunjukkan bahwa dengan shalat dhuha dapat
membuka kunci pintu rezeki. Tetapi hadis ini hanya menjelaskan janji
dari Allah bagi orang yang shalat 4 rakaat di pagi hari, baik itu shalat
subuh, qabliyah subuh ataupun shalat dhuha, bahwa akan dicukupi di
akhir hari.
Itupun dengan syarat, shalat 4 rakaat
di waktu pagi itu dilaksanakan dengan ikhlas untuk Allah, bukan karena
untuk dunia. Karena Allah berfirman, ”laksanakan untuk-Ku 4 rakaat..”
kata untuk-Ku menunjukkan bahwa itu harus dilakukan dengan ikhlas.
Namun jika tendensinya untuk dunia,
untuk melancarkan rezeki, berarti shalat ini dikerjakan bukan murni
untuk mengharap ridha Allah. Tapi untuk yang lainnya.
Allahu a’lam
Bersyukur
Selalu bersyukur pada Allah atas segala nikmat-Nya harus selalu kita
lakukan. Dengan bersyukur bisa membuka pintu rejeki lebih lebar
sekaligus membuat jiwa menjadi tenang.
Syukur adalah sebuah kondisi dimana hati kita menerima segala ketentuan
dan pemberian yang datang dari Allah dengan hati yang iklas dan terbuka.
Syukur menjadikan hati kita menerima bahwa semua yang telah diberikan
Allah merupakan yang terbaik untuk kita.
Dengan syukur, kita akan menyadari bahwa betapa banyak rezeki yang
diberikan Allah kepada kita. Kalau mau mencoba menghitungnya, pastilah
kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Tubuh sehat, pekerjaan
lancar dan sukses, uang yang selalu cukup, gairah kehidupan yang tinggi,
bahagia, dan masih banyak nikmat lain yang diberikan oleh Allah kepada
kita.
Seperti dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak sanggup menghitungnya” (Q.S.Ibrahim
: 34). Dan dengan bersyukur atas segala sesuatu yang kita terima dan
miliki itulah kita akan bisa melihat hal-hal tersebut mulai bertambah
dengan sendirinya.
Cara bersyukur sendiri bisa kita lakukan dengan banyak hal. Misalkan
saja bersyukur dengan hati. Dengan bersyukur dengan hati, hati kita akan
selalu mengingat akan adanya Allah terhadap apa saja yang kita dapatkan
pada waktu itu.
Setiap waktu, selalu pikirkan nikmat-nikmat apa saja yang telah kamu
dapatkan sebelumnya. Setiap mendapatkan kesulitan, selalu pikirkan
nikmat apa yang muncul setelah kesulitan itu datang. Karena sesuai janji
Allah kepada kita bahwa setiap kesulitan selalu ada dua jalan keluar.
Kedua adalah bersyukur dengan lidah. Yang dimaksud disini adalah kita
selalu berdzikir kepada Allah S.W.T di setiap waktu ini. Terutama
disetiap kita mendapatkan rezeki atau nikmat yang besar dari Allah.
Selalu kita ingat Allah seperti mengucapkan Alhamdulillah. Dan jika
mendapatkan atau melihat ciptaan Allah yang indah ucapkan Masya Allah.
Selanjutnya adalah bersyukur dengan perbuatan. Meyakini dengan hati dan
mengucapkan rasa syukur saja itu tidaklah cukup. Kita juga harus
bersyukur dengan melakukan sesuatu seperti menyedekahkan sebagian rezeki
yang kita terima kepada orang lain. Karena dengan lebih sering kita
bersedekah, Allah akan menambah nikmat rezeki yang telah kita dapatkan
tersebut.
Atau jika kita bersyukur terhadap apa-apa yang telah kita miliki seperti
penglihatan, pendengaran, dan semacamnya. Kita dapat bersyukur dengan
cara selalu melakukan amal shaleh. Selalu berusaha mendekatkan diri
kepada Allah agar rezeki kita selalu mendapatkan keberkahannya dan
ditambahkan lebih oleh Allah.
Itulah cara bersyukur yang benar yang dapat membuat rezeki kita akan selalu ditambah dan ditambahkan lagi oleh Allah.
Shalat Tahajud
Melaksanakan shalat tahajud juga sangat baik. Supaya kita dilimpahi kebaikan di dunia serta akhirat.
Sholat tahajud sendiri adalah salah satu sholat selain sholat dhuha yang
dapat membuka pintu rezeki kita. Sholat ini dilakukan pada tengah malam
atau lebih tepatnya setelah shalat isya sampai sebelum subuh tiba.
Sholat tahajud sendiri ada dua versi pelaksanaan yaitu ada yang
melaksanakannya walau dia belum tidur. Dan ada juga yang melaksanakannya
setelah dia tidur pada waktu malam hari.
Sholat tahajud ini sangat baik untuk memperlancar rezeki karena
mempunyai keutamaan yang tak terduga seperti mendatangkan rezeki yang
tak disangka sangka. Doa yang dipanjatkan pada waktu sholat tahajud
dipercaya layaknya anak panah yang melesat tepat ke arah sasaran.
Pada surat Al-Isra’ ayat 79 Allah berfirman bahwa, “Dan pada sebagian
malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu, mudah-mudahan
Tuhanmu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.”
Ada juga manfaat lain dari kita melaksanakan sholat tahajud selain
memperlancarkan rezeki adalah seperti membuat hati kita merasa nyaman,
dijauhkannya kita dari godaan syaitan, membuat badan kita lebih sehat,
membersihkan pikiran jelek dan menjadikan kita menjadi positif, dan
masih banyak hal lainnya yang bisa kita ambil.
Pada dasarnya, sholat tahajud ini jika kita melakukannya dengan sangat
khusuk dan ikhlas, disertai juga bahwa ibada ini hanya untuk Allah
semata. Maka kita akan mendapatkan keberkahan dan hidayah yang sungguh
luar biasa besarnya dari Allah.
Dan mungkin manfaatnya juga tidak bisa langsung kita nikmati dalam waktu
yang dekat. Namun akan berdampak pada waktu setelahnya saat kita sudah
mulai ikhlas dalam setiap kegiatan dan masih tetap istiqomah dalam
melakukan sholat tahajud ini.
Masya Allah. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam keistiqomahan,
kesabaran, dan juga selalu memberikan kita pertolongan dari setiap
persoalan yang kita hadapi dalam kehidupan ini sehingga kita selalu
dibawah naunganNya. Aamiin.
Ya, itulah beberapa hal yang perlu dilakukan kita sebagai muslim jika
ingin mendapat kelancaran dalam rejeki. Tentu dengan juga melaksanakan
ibadah wajib lainnya.
Mengenai Surah Al Waqiah sendiri adalah surat yang menerangkan tentang
hari kiamat. Dalam surat tersebut dijelaskan juga bagaimana balasan yang
diterima oleh orang muslim dan orang kafir.
Tentu baik jika kita selalu berusaha untuk membaca surah Al Waqiah,
seperti juga membaca surat-surat Al Quran lainnya setiap hari. Serta
senantiasa berusaha meresapi artinya dan mengamalkan isinya dalam
kehidupan kita di dunia ini.
