-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 20 Februari 2017

GEMPAR!!! Kabar Mengejutkan 11 Orang Ditumpuk di Toilet Sempit? Astaga Ternyata Alasannya Sepele....Bangeet...


Dua pelaku perampokan disertai pembunuhan di Jalan Pulomas Utara 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (26/12/2016) diringkus polisi.

Mereka di tangkap ditempat persembunyiannya di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kalong RT 08 RW 02 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi.

Penggerebekan dikerjakan, Rabu (28/12/2016) pukul 14. 50 WIB.

Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki karena lakukan perlawanan.

Mereka yaitu Ramlan Butar Butar serta Erwin Situmorang.

Pelaku Ramlan pada akhirnya tewas kehabisan darah dalam perjalanan menuju Tempat tinggal Sakit Polri, Kramat Jati.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan menyampaikan, pelaku atas nama Ramlan yang tewas adalah perampok spesialis tempat tinggal elegan yang telah beroperasi mulai sejak 2001.

Ia juga sudah lama masuk daftar
pencarian orang (DPO) dalam beragam masalah kejahatan, satunya tindakan perampokan pada warga Korea Selatan di Depok, th. lantas.

“Ramlan ini sebagai pimpinan komplotan. Dia miliki andil besar dalam perampokan tempo hari. Dia yang masuk lebih dahulu kedalam tempat tinggal dan yang berinisiatif menumpuk 11 korban didalam kamar mandi pembantu, ” terang Iriawan waktu mengadakan jumpa pers di RS Polri, Rabu malam.

Iriawan menyebutkan, ada empat orang yang beraksi dalam tindakan perampokan itu. Pelaku awalnya datang dengan sebuah mobil jam 14. 37 WIB serta segera menemui seseorang sopir yang ada dirumah itu.

Dalam aksinya, pelaku membekali diri dengan senjata api serta senjata tajam.

Beberapa pelaku juga meneror semua anggota keluarga yang waktu itu yang memiliki tempat tinggal atas nama Dodi Triono belum datang.

Hingga awal peristiwa dirumah elegan itu cuma ada satu orang pria yakni sopir tempat tinggal.

Lalu pelaku masuk ke semuanya ruang serta mengambil barang-barang yang diketemukan.

“Saat itu Pak Dodi serta satu diantara sopirnya lain baru tiba dari tempat tinggal satunya lagi. Pada akhirnya mereka semuanya dimasukkan kedalam kamar mandi dengan argumen supaya memudahkan mengacak-acak isi tempat tinggal, ” terang Iriawan